AWAN NEWS, Karawang — Fasilitas bangunan gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) 12 Rabiul Awwal di Kampung Pegadungan, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, kondisinya memprihatinkan akibat mengalami kerusakan parah. Kepala madrasah, Acah Handayani, S.Sos., berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan dan memberikan bantuan perbaikan.
Madrasah 12 Rabiul Awal, berdiri sejak 1991. Hingga kini, fasilitas ruang kelas menghadapi kerusakan berat di berbagai bagian bangunan. Mulai dari atap genteng yang bocor, plafon dan penyanggah atap rusak, kusen pintu dan jendela lapuk, hingga lantai keramik yang sudah tidak layak digunakan.
Kepala Sekolah MTs-MA 12 Rabiul Awwal, Acah Handayani mengungkap, kondisi kerusakan berbagai bagian bangunan telah berlangsung lama. “Kurang lebih delapan tahunan, tanpa perbaikan atau bantuan dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama Kabupaten Karawang,” katanya saat ditemui AWAN NEWS, Ahad (26/04/2026).
Ia menambahkan, pihak sekolah sebenarnya telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan ke Kementerian Agama Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Hanya saja, hingga saat ini belum mendapatkan tindak lanjut signifikan.
“Kami sudah pernah mengajukan bantuan. Tepi, mungkin saja karena jumlah murid kita yang tidak terlalu banyak. Jadi kayaknya kurang menjadi prioritas,” keluhnya.
Kondisi bangunan yang makin rusak, sebut Acah, semakin mengkhawatirkan; Terutama saat musim penghujan. “Banyak genteng bocor sehingga air masuk ke ruang kelas. Kita sangat khawatir, komdisi ini dapat membahayakan keselamatan murid dan tenaga pengajar, jika sewaktu-waktu bagian atas runtuh,” ceplos dia seraya berharap apa yang dikawatirkannya tidak terjadi.
“Cuman ya rasa khawatir sulit kami sembunyikan. Khawatirnya jika ada bagian bangunan yang jatuh saat kegiatan belajar mengajar berlangsung,” jelas Acah.
Selaku kepala madrasah, Acah sangat berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah mau pun Kementerian Agama, untuk segera dilakukan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ini.
Acah menegaskan, perbaikan fasilitas sarana dan prasarana sangat dibutuhkan; Agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan nyaman. “Tentu salah satu ikhtiar kami, pihak pemerintah membantu untuk perbaikan sarana dan prasarana yang keadaannya rusak, agar kegiatan belajar mengajar bisa lebih aman,” harap dia.
Ia juga mengemukakan, supaya pada tahun pelajaran mendatang kondisi kerusakan pada bangunan ruang kelas di MTs dan MA 12 Rabiul Awwal dapat membaik dan keadaannya berkembang lebih baik dari pada keadaan sekarang. (Dharto-JB)















