Awan News, Bandar Lampung – Pergerakan harga pangan di Bandar Lampung pada Rabu, (15/4/26), terpantau relatif stabil dengan sejumlah komoditas mengalami perubahan tipis. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan harian rumah tangga.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, sebagian besar bahan pokok seperti beras, daging sapi, dan telur ayam masih berada di level harga yang tidak jauh berbeda dibandingkan hari sebelumnya.
Stabilitas ini menunjukkan pasokan yang cukup terjaga di pasar lokal.
Komoditas beras, misalnya, masih bertahan di berbagai kategori. Beras kualitas bawah I dijual sekitar Rp14.550 per kilogram dan kualitas bawah II di kisaran Rp14.000 per kilogram. Sementara itu, beras medium I dan II masing-masing berada di angka Rp15.350 dan Rp15.250 per kilogram. Untuk beras premium, harga masih berada di rentang Rp15.750 hingga Rp15.900 per kilogram.
Di sisi lain, harga daging ayam ras segar mengalami kenaikan tipis. Jika sebelumnya berada di angka Rp31.750 per kilogram, kini naik menjadi Rp32.000 per kilogram. Meski mengalami peningkatan, kenaikan tersebut masih tergolong wajar dan belum memberikan tekanan signifikan bagi konsumen.
Berbeda dengan ayam, harga daging sapi cenderung stabil.
Daging sapi kualitas 1 tercatat di Rp136.250 per kilogram, sedangkan kualitas 2 berada di Rp133.750 per kilogram. Kondisi ini mengindikasikan distribusi dan ketersediaan yang masih cukup baik.
Sementara itu, harga telur ayam ras juga tidak mengalami perubahan berarti dan tetap di angka Rp28.900 per kilogram. Stabilnya harga telur menjadi indikator keseimbangan antara permintaan dan pasokan di pasaran.
Untuk komoditas hortikultura, bawang merah ukuran sedang masih bertahan di harga Rp40.500 per kilogram. Namun, pergerakan harga cabai justru menunjukkan tren penurunan, meski tidak terlalu signifikan.
Secara umum, dinamika harga pangan di Bandar Lampung hari ini masih dalam kondisi terkendali. Meski terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas, perubahan yang terjadi relatif kecil dan belum berdampak besar terhadap daya beli masyarakat.
Pemerintah daerah pun diharapkan terus memantau perkembangan harga guna menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga di pasaran. (*)















