Trauma Anak Bukan Konsumsi Publik

  • Bagikan

Awan News, Bandar Lampung — Pimpinan Umum Awan News, Uhibbuddin Al Haqq, mengingatkan pentingnya etika dan empati dalam memberitakan kasus yang melibatkan anak, terutama perkara dugaan kekerasan seksual yang belakangan ramai menjadi perhatian publik di media sosial.

Menurut pria yang akrab disapa Uwi tersebut, penyebaran informasi yang terlalu detail dapat memicu dampak psikologis berkepanjangan bagi korban maupun keluarga.

Ia menilai, perlindungan terhadap identitas anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap pemberitaan.

“Media, kreator konten,
maupun masyarakat harus memahami bahwa anak adalah korban yang wajib dilindungi. Jangan sampai demi mengejar viral, justru memperburuk trauma dan tekanan mental yang mereka alami,” ujarnya, Senin (18/5).

Ia menyoroti masih banyak unggahan di media sosial yang memuat foto, video, hingga keterangan lokasi yang berpotensi membuka identitas korban secara tidak langsung. Menurutnya, meskipun wajah disamarkan, detail tertentu tetap bisa membuat korban dikenali publik.

Uwi menegaskan bahwa insan pers dan pembuat konten memiliki tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia meminta agar pemberitaan kasus sensitif dilakukan secara hati-hati, berimbang, dan mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Edukasi kepada publik memang penting, tetapi harus tetap dibarengi rasa empati. Tidak semua informasi layak disebarluaskan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masa depan anak,” katanya.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam membagikan ulang konten terkait kasus anak di berbagai platform media sosial.

Awan News, lanjutnya, berkomitmen mendukung pemberitaan yang menjunjung etika jurnalistik, menjaga akurasi informasi, serta menghormati hak dan privasi anak dalam setiap proses publikasi berita. (Oj)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *