AWAN NEWS, Jakarta — Dalam upaya memperlancar layanan kepariwisataan, Biro Wisata Buya Ibrahim tengah membangun penguatan patnership dengan Toga Trans PT Toga Nusantara Jaya dan CV Toga Nusantara Herbal. Kerjasama ini menjadi bagian penting melalui penguatan kolaborasi dalam mengembangkan bisnis dan memperluas jangkauan.
“Partnership yang kami bangun polanya semacam menganut kerjasama bebas-aktif. Antara Wisata Buya Ibrahim Agency dengan Toga Trans mau pun Toga Nusantara Herbal, yang lebih difokuskan untuk mencapai tujuan saling menguntungkan bersama,” kata Dr Nurzengky Ibrahim, MM., Ph.D., selaku Owner Biro Wisata Buya Ibrahim kepada AWAN NEWS di Jakarta, Jumat (08/05) malam.
Dalam bangun kemitraannya, tambah Nurzengky, setiap pihak berbagi tanggung jawab; Mulai dari modal hingga risikonya. “Kalau soal keuntungan, yang kami anut, berupa bagi hasil sesuai dengan yang telah disepakati bersama,” imbuhnya.
Nurzengky mengaku, terjun ke bisnis travel dan kepariwisataan termasuk pendatang baru. Oleh karenanya, ia berusaha kolaborasi antaranya melalui patnership. Kerjasama dengan Toga Trans juga Toga Herbal ia pandang: menjadi sesuatu yang menarik dan bersifat membanggakan.
“Ya. Karena perusahaan kita dipercaya oleh Owner Toga Trans Pak Aceng Sofyan yang sangat berpengalaman di bidang industri herbal, terus idenya berkembang di dunia usaha kreatif dan bisnis; Termasuk di lingkup travel wisata, transportasi, juga restoran. Jadi, lumayan banyak deh, aspek pembelajaran yang dapat saya serap dari beliau melalui patnership atau kolaborasi yang kita bangun,” terang dia.
Sekilas kemudian, Nurzengky juga menceritakan kalau H Aceng Sofyan, S.Ag., dahulunya seorang guru ngaji di perkampungan yang jauh dari perkotaan. “Beliau, ternyata punya cita-cita besar dan mulia; Yaitu: ingin bermanfaat bagi orang banyak,” katanya.
Dengan kegigihan dan ketekunan Aceng Sopyan yang dilatarbelakangi pendidikan pesantren dan bangku kuliah, serta pengalaman bertahap pada dunia wirausaha, menurut Nurzengky, rupanya Haji Aceng benar-benar menjelma menjadi seorang wirausahawan yang kreatif dan inspratif.
Tentang Toga Trans dan Toga Herbal
“Jika kita bicara tentang Toga Trans, tak lepas dari perusahaan otobus pariwisata. Kantor pusatnya di Bekasi. Operasi bus ini di bawah naungan PT Toga Nusantara Jaya, dirintis dan didirikan oleh Pak Iqbal yang sekaligus pemilik dan penglola perusahaan. Pak Iqbal ini, mengembangkan bisnis transportasi dari satu unit armada hingga memiliki belasan armada meliputi: Hiace, Elf, Medium Bus, dan Big Bus,” rinci Nurzengky.
Mengenai layanan bus tersebut, jelas Nurzengky bersistem sewa untuk wisata, ziarah, study tour, gathering, bisnis, dan tujuan baik lainnya. Sedangkan armadanya meliputi: Big Bus (50-59 seats), Medium Bus (31-35 seats), Elf (19 seats), dan Hiace (15 seats) dengan bodi bus berkelir biru muda; Salah satunya, menggunakan bodi SR3 XHD Prime karoserinya produk Laksana.
“Nah, kalau Pak Aceng Sopyan itu adalah pemilik Toga Nusantara; Produsen produk herbal. Pak Haji Aceng, merupakan sosok utama di CV Toga Nusantara. Beliau aktif dalam mengenalkan produk-produk herbal ke berbagai kalangan dan komunitas, termasuk kepada generasi milenial,” ungkapnya.
Dalam kisahnya, sebut Nurzengky, H Aceng lahir dari keluarga sederhana, di Kampung Babakan Sindangheula, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut-Jawa Barat. Masyarakat kampung tempat kelahirannya, sebagian besar mengenyam hasil dengan bekerja sebagai buruh tani dan tukang sol sepatu.
“Dari masa kecil, Pak Haji Aceng di lingkungan tersebut. Tapi, beliau terus tumbuh berbeda. Sekarang, beliau telah membuktikan ketekunannya melalui doa serta kerja keras dan kerja cerdas. Terbukti dapat mengubah nasib. Dan beliau berhasil meraih kesuksesannya dalam bisnis, setelah melalui proses lika-liku kehidupan yang penuh tantangan,” kata Nurzengky.
Ada pun masa-masa awal perjuangannya, Aceng Sopyan menekuni usaha kecil-kecilan di bidang herbal. Lambat laun ia mengembangkan bisnisnya ke berbagai sektor. Kini, Haji Aceng pun dikenal sebagai pengusaha sukses dengan beberapa sub sektor usaha, seperti industri herbal, bisnis pariwisata, villa, hingga restoran; Tenaga kerja yang diserap, tentu cukup banyak.
Salah satu usaha terbaru Aceng Sopyan yang menjadi kebanggaan warga Garut; Berupa Resto Villa Situ Bagendit di pinggir areal wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi yang telah dimodernisasi. Restoran yang dirintis Haji Aceng menyajikan kuliner khas Sunda seperti nasi liwet, nasi timbel, ayam goreng, cobek ikan nila, dan sambal didampingi lalapan segar unsur herbal murni.
Kembali pada patnership antara Wisata Buya Ibrahim dengan Toga Trans dan Toga Herbal, menurut Nurzengky lebih disifati dengan upaya kolaboratif kewirausahaan di bidang kepariwisataan yang mengembangkan aspek religious dan budaya.
“Pada usaha yang kami kembangkan bersama, juga memiliki tujuan memberdayakan masyarakat, terbukanya peluang lapangan kerja baru, menanggulangi pengangguran. Harapan kami, program Indonesia Emas 2045 dapat terwujud damai. Karena umumnya, kegiatan pariwisata itu ada kongkow bareng, bercengkrama damai dan lebih menghayati adanya Tuhan melalui tadabbur alam ciptaanNya,” pungkas Nurzengky. (red/asyaro g kahean)















