AWAN NEWS — Salah satu komponen kunci untuk menegakkan stabilitas keamanan berkelanjutan Iran di wilayah perbatasan melalui sistem keamanan dan ketahanan udara. Salah satu pilar utama pertahanan nasional Negeri Persia, Angkatan Pertahanan Udara Iran, kini dilengkapi dengan peralatan buatan dalam negeri. Senjata-senjata ini telah disiapkan, sepenuhnya dikembangkan oleh ahli lokal untuk memantau wilayah kedaulatan Iran.
Dikutip dari laporan Pars Today pada Rabu 6 Mei 2026, dalam tahun-tahun terakhir, industri pertahanan Republik Islam Iran telah meraih pencapaian signifikan; Mulai dari perancangan hingga produksi berbagai sistem pertahanan udara terus ditingkatkan.
Laporan Pars juga meneyebut, bahwa: pada saat ini, unit-unit pertahanan udara Iran mengoperasikan beragam sistem rudal untuk melindungi langit tanah airnya.
Pencapaian pengembangan dan produksi teknologi ketahanan Iran mencakup berbagai jenis sistem radar, sistem rudal, serta sistem deteksi, pemandu, dan kendali pertahanan udara. Semuanya, dirancang dan diproduksi oleh pakar domestik.
Kini, unit pertahanan udara angkatan bersenjata Iran telah mengoperasikannya. Sebagai senjata utama dalam katagori sistem pertahanan udara darat, salah satunya adalah rudal permukaan-ke-udara. Rudal ini menggantikan meriam anti-pesawat untuk pertempuran pada jarak yang lebih dari beberapa kilometer.
Salah satu pencapaian penting Angkatan Pertahanan Udara Iran yang disebut-sebut adalah produksi rudal pertahanan udara ketinggian rendah: bernama Shahab Saqeb. Rudal ini dilengkapi dengan sistem pemandu radar yang efektif.
Sekilas Shahab Saqeb
Rudal pertahanan udara Shahab Saqeb merupakan salah satu capaian industri pertahanan Iran dalam kerangka Proyek Ya Zahra. Merupakan jenis rudal yang dirancang untuk menghancurkan sasaran ketinggian rendah dan menggunakan sistem pemandu radio line-of-sight.
Shahab Saqeb memiliki spesifikasi, sebagai berikut: panjang 2,93 meter, diameter 154 milimeter, berat 84 kilogram, kecepatan 740 meter per detik. Sedangkan daya jangkau Shahab Saqeb mencapai 500–8.600 meter terhadap sasaran berkecepatan 400 meter per detik (1,17 Mach pada ketinggian rendah dan suhu 25°C). Jangkauannya mencapai 10 kilometer terhadap sasaran berkecepatan 300 meter per detik (0,88 Mach dalam kondisi serupa), dan 11 kilometer untuk target helikopter.
Rudal ini mampu mengincar sasaran dengan ketinggian terbang maksimal 5.500 meter dan kecepatan hingga 440 meter per detik (1,3 Mach). Batas kecepatan target 1,3 Mach mencakup spektrum sasaran yang sangat luas; Bahkan, sebagian besar pesawat tempur dalam konfigurasi muatan penuh tidak mencapai kecepatan tersebut pada ketinggian rendah. Bila terbang lebih tinggi, mereka akan masuk dalam jangkauan sistem pertahanan udara lainnya.
Shahab Saqeb, dapat diluncurkan dari sistem pertahanan udara Ya Zahra as dan Hirz Nohom. Selain itu, drone jet Karrar juga dipersenjatai rudal ini untuk menghadapi target udara, mengubah fungsinya menjadi rudal udara-ke-udara.
Dalam konfigurasi ini, Shahab Saqeb dilengkapi pencari optik-termal yang mampu mengunci sasaran udara musuh.
Perbedaan utama antara varian yang dipasang pada jet Karrar dengan versi darat, terletak pada sistem pemandu: varian darat menggunakan pemandu radio, sementara varian udara mengadopsi sistem pemandu pencari panas.
Fitur Utama
Perbedaan antara rudal Shahab Saqeb dan sistem pertahanan udara Tiongkok FM-80 yang juga dioperasikan militer Iran, tampaknya terletak pada jenis sistem radar; Meski pun, karakteristik rudalnya sendiri cukup serupa.
Secara umum, probabilitas Shahab Saqeb menghantam target mencapai 86–90 persen untuk satu rudal. Dan target dapat meningkat menjadi 96 persen bila dua rudal diluncurkan. Hulu ledak rudal ini diperkirakan berbobot sekitar 14 kilogram dengan daya ledak tinggi.
Rudal Shahab Saqeb memiliki bodi silindris, sistem kendali tipe canard (sayap depan), serta sayap berbentuk trapesium terpotong di bagian ekor.
Keberadaan sayap depan meningkatkan responsivitas rudal terhadap perintah kendali, fitur yang sangat ideal untuk rudal pertahanan udara. Sebagian sayap belakang: dapat dilipat agar muat dalam kapsul peluncur berdiameter lebih kecil.
Shahab Saqeb, mampu melakukan manuver hingga 25G. Hal ini cukup untuk menghadapi pesawat tempur konvensional. Kombinasi kemampuan manuver tinggi dengan fitur proximity fuse (sumbu kedekatan), memaksimalkan efek hulu ledak bahkan bila tidak terjadi tumbukan langsung.
Rudal ini menggunakan proximity fuse inframerah dengan jendela kaca di dekat hidung yang menyaring radiasi inframerah intens, hanya meneruskan sinyal normal ke sensor. Fuse inframerah, memanfaatkan efek Doppler untuk pelacakan target yang lebih presisi, memungkinkan engagement terhadap sasaran hingga ketinggian beberapa meter di atas permukaan air.
Berdasarkan data tersedia, motor roket bahan bakar padat satu tahap yang menjadi basis pengembangan Shahab Saqeb dari rudal Crotale, membakar bahan bakar selama 2,2–2,7 detik.
Rudal ini menghabiskan 5 persen waktu terbang pada kecepatan subsonik, 50 persen pada fase transonik (0,8–1+ Mach), dan 45 persen pada kecepatan supersonik hingga 2,3 Mach.
Pola serupa diperkirakan berlaku untuk Shahab Saqeb, dengan total waktu tempuh sekitar 10 detik untuk mencapai jangkauan 8 kilometer.
Oleh karena itu, desain bodi rudal ini dioptimalkan untuk meminimalkan hambatan aerodinamis (drag) pada kecepatan supersonik. Ciri-cirinya: meliputi rasio panjang-diameter tinggi, hidung runcing, bodi yang menyempit di ekor (boat-tail), serta profil sayap depan berbentuk baji dan sayap belakang simetris melengkung. Bahan bakar padat yang digunakan bersifat smokeless, sehingga jejak peluncuran sulit terdeteksi musuh, memberikan efek kejutan dan mempersingkat waktu reaksi lawan. (red/sumber: pars/diolah)















