Awan News, Lampung Selatan – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui Kantor Wilayah Regional Bandar Lampung terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa. Dukungan tersebut diwujudkan lewat kehadiran layanan BRILink yang terintegrasi dalam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), seperti yang diresmikan di Desa Bumi Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Senin (21/7).
Head Regional Micro Banking BRI Bandar Lampung, Rahmad Budi Sulistia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari sinergi BUMN untuk memberdayakan perekonomian lokal, terutama di wilayah pedesaan yang minim akses layanan keuangan.
“Koperasi Merah Putih menjadi instrumen penting dalam memperluas inklusi keuangan di desa. Dengan agen BRILink hadir di dalamnya, masyarakat kini bisa menikmati layanan keuangan setara perbankan tanpa harus ke kota,” ujar Rahmad.
Melalui BRILink, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti transfer, penyetoran, dan penarikan tunai langsung dari kampung mereka. Ke depan, BRI juga akan menambah layanan pembelian kebutuhan pokok seperti gas, beras, dan sembako guna mendorong transaksi non-tunai yang lebih inklusif.
“BRI hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung kemandirian koperasi. Kami ingin KDMP menjadi pusat ekonomi desa yang mandiri dan sehat,” tambahnya.
Dalam peresmian tersebut, BRI juga menyerahkan bantuan operasional berupa satu unit mobil Grand Max kepada KDMP Bumi Sari. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk menunjang aktivitas koperasi dan mempermudah layanan ke masyarakat.
“Semoga kendaraan ini digunakan untuk kepentingan bersama dan dapat meningkatkan efektivitas operasional koperasi. Harap dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin,” ucap Rahmad.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa BRI telah merancang skema pembiayaan koperasi yang sehat dan berbasis pada skala usaha masyarakat. Skema ini memperhitungkan estimasi omzet dan kebutuhan modal kerja untuk usaha kecil, menengah, hingga besar.
Koperasi Merah Putih hadir sebagai solusi nyata menghadapi tantangan ekonomi di desa. Selain memperkuat struktur ekonomi perdesaan, koperasi ini juga menjadi alternatif aman dari ancaman pinjaman online ilegal dan praktik rentenir.
“Dengan model pembiayaan yang tepat dan edukasi berkelanjutan, kami yakin koperasi dapat berjalan mandiri dan membentuk ekosistem usaha desa yang produktif, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Rahmad. (AL)















