AWAN NEWS, Kota Bekasi — Bank Sampah Unit (BSU) di lingkungan Rukun Warga 06 Kelurahan Pejuang-Kecamatan Medan Satria, mempunyai 70-an orang nasabah. Selain kalangan warga setempat, bank sampah unit yang diberi nama BSU Arjuna06 juga diminati warga sekolah.
Pada hari hari kerja, bank sampah ini sering kali diramaikan kedatangan nasabah yang membawa sampah untuk ditimbang, sebagai tabungan mereka. Menurut Ketua RW 06 Nur Priyono Widodo, pendapatan dari tabungan sampah, ketika diuangkan perolehan nasabah dikumulatif, mencapai kisaran Rp1.800.000 per bulan.
“Alhamdulillah. Bank Sampah Arjuna06 makin hari makin eksis. Nasabahnya dalam setahun ini terlihat antusias menabung. Selain warga dari RT RT di RW 06, diikuti juga oleh warga sekolah; Yaitu dari SDN Pejuang 5,” ungkap Widodo kepada AWAN NEWS melalui selular, Kamis (25/12/2025) sore.
Ia juga mengemukakan, bahwa BSU Arjuna06 merupakan bagian dari Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) di Kota Bekasi. Oleh karena itu, BSU ini terus didorong agar terlibat aktif dalam program pengelolaan sampah terpadu untuk mengurangi beban pada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di bumi patriot.
“Selaku Ketua RW, saya juga menjadi Koordinator Lapangan atau Koorlap BSIP yang tugasnya melakukan pendampingan pemilahan sampah, khususnya di tingkat RW. Koorlap BSIP juga bertugas untuk mewujudkan budaya pilah-sampah sehingga beban TPA dapat berkurang,” jelas Widodo yang juga sebagai Koorlap BSIP.
Berkaitan dengan lingkungan RW 06 Kelurahan Pejuang, sebut dia, membawahi sebanyak 11 Rukun Tetangga. Dalam hal ini ia mengakui, tidak semua warga RT di wilayah RW 06 menjadi nasabah BSU Arjuna06. “Prinsip kami, bagi warga yang mau saja,” tuturnya.
Lain sisi, ia menjelaskan: bahwa keterlibatan SDN Pejuang 5 merupakan bagian dari upaya edukasi kesadaran lingkungan sejak dini.
“Pimpinan sekolah ini, kami pandang memberikan dorongan kepada murid untuk mengumpulkan dan memilah sampah. Ini tercermin, dengan adanya perwakilan murid dari tiap kelas yang namanya tercatat sebagai nasabah BSU Arjuna06,” ungkap dia.
Lebih lanjut Widodo merinci, di SDN Pejuang 5, dari kelas 1 sampai 6 ada 24 kelas. Tiap-tiap kelas diwakili satu murid. “Setiap mereka menyetor tabungan sampah, selain didampingi guru wali kelas dan sebagian teman sekelas, juga didampingi beberapa orang tua atau wali murid,” jelasnya.
Widodo kemudian berharap, dengan hadirnya BSU Arjuna06 dan BSU lain tiap tiap RW di Kota Bekasi, kian hari hari dapat menyadarkan semua warga ‘Bumi Patriot’ untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Akan tetapi juga, harapan kami, tiap-tiap rumah tangga terdorong untuk mengelola sampah, dengan memilih dan memilah sampah supaya menjadi rupiah,” tutup dia penuh harap. (agk/wcr: rw06/pejuang)














