Awan News, Karawang — Proyek Paket Peningkatan Jalan Kp Tegal Koneng Kelurahan Mekerjati Karawang Barat diindikasi kurang volume dan kualitas hasil pekerjaan. Pada proyek ini, yang dikerjakan berupa aspal hotmix dengan pelaksana atau penyedia jasa kontruksi tercatat CV MJL.
Beberapa warga setempat menyayangkan, karena tabur aspal hotmix pada jalan di lokasi proyek, mengesankan kurang berkualitas dengan ketebalan aspal, sepertinya berada di bawah standar seharusnya.
“Tipis sekali aspal hotmixnya. Baru juga kemarin, aspalnya ada yang sudah terkelupas,” kata salah seorang warga setempat yang akrab disapa Warja, di lokasi proyek tersebut, Sabtu (10/8) siang.
Menurut Warja, kekuatan aspalnya bakal cepat rusak. Sedangkan volume pada peningkatan jalan itu tercatat panjangnya 164 meter dan lebar 4 meter; Tanpa menunjukkan seberapa ketebalan aspal yang distandarkan, melalui papan informasi yang terpampang di lokasi proyek.
Padahal aspal yang dikucurkan pada proyek jalan poros Kelurahan Mekarjati-Kelurahan Karangpawitan ini, sebut Warja, berada pada lebar jalan 4 meter. “Kalau dilihat dari hasil pengerjaan aspal hotmixnya, sepertinya kurang tebal dan juga saat aspal diturunkan masih cenderng kurang panas, sehingga mudah terkelupas,” tutur dia.
Salah seorang warga lain, adalah warga Kelurahan Karangpawitan, Kurdi. Warga yang bertempat tinggal di Kampung Buheur ini, mengaku terheran-heran; Saat ia melewati jalan baru selesai diaspal hotmix, yang lokasinya di Kampung Tegal Koneng Kelurahan Mekarjati.
“Belum juga seminggu selesai pengaspalan kayaknya mah. Tapi kok sudah ada yang terkelupas begitu, aspalnya. Kelihatan jelas lho dasar cor betonnya,” kata Kurdi kepada media ini, pada Ahad (10/8).
“Itu mah, aspal yang tergelar kurang berkualitas dan tipis. Pada volume pajang jalan yang tergelar aspal hotmix, sepertinya juga masih kurang panjangnya,” ungkap Kurdi.
Ada pun besaran pagu anggaran total Rp144.061.000; Dengan volume kontrak pekerjaan panjangnya 164 meter dan lebar 4 meter (tanpa menyebut ketebalan aspal di papan informasi proyek), memakai waktu kontrak yang cukup lama: yaitu 45 hari kalender.
“Kalau pun misalnya diberi ketebalan 0,04 meter atau 4 centimeter pada saat gelar aspal hotmix, pelaksana proyeknya tentu masih untung,” kata salah seorang pamantau dari Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) DPD Kabupaten Karawang, Senin (11/8) sore.
Menurutnya, hasil pengerjaan sangat terkesan kalau aspal hotmix di atas cor beton lama dan sudah retak-retak, tebal aspalnya kurang dari 4 centimeter. “Kenapa ya pengaspalan ini kalau dilihat mata telanjang begitu tipis hasil pengaspalannya? Paling ketebalan rata-rata sekitar 2 sampai 3 centimeter,” ceplos pemantau.
Ia kemudian mengatakan, untuk pekerjaan pengaspalan yang sepanjang itu, dipastikan tidak sampai berhari-hari. “Bahkan hitungan jam pengaspalan umumnya kelar. Pada informasi proyek tersebut, masa kontraknya mencapai 45 hari kalender. Papan informasi itu dipasang untuk transparansi, sebagaimana diatur pada Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik dan keturunannya. Namun, model informasi proyek seperti yang disoroti banyak orang kayak begini ini, tentunya cenderung menunjukkan kurangnya akuntabel juga,” tutupnya. (midone/perwarta-1108)













