Tahun Baru Islam Jadi Momentum Muhasabah bagi Warga Binaan Lapas Narkotika Bandar Lampung

  • Bagikan

Awan News, Bandar Lampung – Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung berlangsung penuh khidmat. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Tablig Akbar tersebut diikuti sekitar 600 warga binaan sebagai sarana refleksi diri dan penguatan spiritual, Senin (15/6/2026).

Dalam tausiyahnya, Ketua Umum MUI Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag., mengajak seluruh peserta menjadikan momentum 1 Muharam sebagai kesempatan untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih baik.

Menurut Prof. Mukri, setiap manusia memiliki hati nurani yang dapat menjadi penuntun dalam menjalani kehidupan. Karena itu, penting bagi setiap individu untuk mampu membedakan antara bisikan hati nurani dan dorongan hawa nafsu.

“Bisikan yang menghadirkan ketenangan dan kedamaian dalam hati itulah yang seharusnya diikuti,” ujarnya di hadapan para warga binaan.

Ia juga mengingatkan agar setiap orang mampu mengendalikan keinginan dan tidak berlebihan dalam menjalani hidup. Menurutnya, Muharam bukan hanya pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kesalahan masa lalu.

“Kita semua pernah melakukan kekeliruan. Yang terpenting adalah kesadaran untuk memperbaiki diri dan terus melangkah menuju kebaikan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, menjelaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu program utama dalam proses rehabilitasi warga binaan. Berbagai kegiatan rutin dilaksanakan dengan melibatkan ulama, ustaz, pondok pesantren, perguruan tinggi, serta sejumlah lembaga lainnya.

Menurut Jumadi, pendekatan spiritual terbukti memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku warga binaan. Selain meningkatkan ketahanan mental, pembinaan keagamaan juga membantu menekan angka pelanggaran di dalam lapas.

“Kami berharap ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, mereka memiliki bekal ilmu, akhlak yang baik, serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih positif,” katanya.

Ia menambahkan, rendahnya angka residivis menjadi salah satu indikator keberhasilan program pembinaan yang dijalankan. Untuk kasus narkotika, angka warga binaan yang kembali melakukan tindak pidana setelah bebas disebut berada di bawah lima persen.

Kegiatan Tablig Akbar tersebut ditutup dengan doa bersama. Melalui peringatan Tahun Baru Islam, para warga binaan diharapkan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menata masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan. (AL)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *