Awan News, Bali – Kongres VI PDI Perjuangan yang digelar di Nusa Dua Convention Center, Bali, berlangsung meriah namun dalam pengamanan ketat, mencerminkan tingginya suhu politik nasional saat ini. Dalam kongres tersebut, Megawati Soekarnoputri resmi dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan untuk periode 2025–2030.
Sujiyatmoko, tokoh PDI Perjuangan asal Lampung, yang turut hadir dalam kongres, menyebut bahwa penetapan Megawati adalah hasil konkret dari rekomendasi Rakernas sebelumnya.
“Kongres ini adalah tindak lanjut dari Rakernas yang mengusulkan Ibu Megawati untuk kembali memimpin. Hari ini kita semua menyaksikan pengukuhan resmi beliau sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan 2025–2030,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Sujiyatmoko, Megawati merupakan sosok negarawan yang tak tergoyahkan dalam menjaga prinsip demokrasi dan konstitusi.
“Beliau sangat dicintai kaum nasionalis, khususnya kami keluarga besar PDI Perjuangan. Kepemimpinannya adalah jangkar moral di tengah gejolak politik nasional,” tambahnya.
Saat disinggung mengenai posisi Sekretaris Jenderal, Sujiyatmoko menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum. Namun, ia menyampaikan harapan agar Hasto Kristiyanto kembali dipercaya memegang jabatan tersebut.
“Kita serahkan kepada Ibu Ketua Umum, tapi melihat tantangan ke depan yang kian kompleks, saya berharap Mas Hasto kembali menjadi Sekjen. Prestasinya nyata: tiga kali kemenangan legislatif dan konsolidasi partai yang semakin kokoh,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sujiyatmoko menyinggung tantangan yang dihadapi partai dalam Pemilu 2024, termasuk tekanan politik dan kampanye hitam.
“Partai kita diserang, difitnah, dan dijegal dengan berbagai cara. Tapi rakyat masih percaya dan mencintai PDI Perjuangan. Kemenangan itu hasil kerja keras dan sinergi antara Ibu Megawati dan Mas Hasto,” ujarnya.
Ia juga menilai Hasto sebagai sosok yang teguh pada nilai-nilai perjuangan Bung Karno dan berani bersuara lantang terhadap ketidakadilan.
“Mas Hasto bukan hanya pemikir, tapi pejuang. Ia siap menghadapi risiko kriminalisasi karena keberaniannya membela rakyat dan menegakkan konstitusi,” tegas Sujiyatmoko.
Menutup pernyataannya, Sujiyatmoko berpesan kepada kader PDI Perjuangan di Lampung untuk mulai mempersiapkan diri menyongsong Pemilu 2029. Ia menekankan pentingnya figur pemimpin daerah yang berintegritas dan memahami denyut aspirasi rakyat.
Saat ditanya siapa yang paling tepat memimpin DPD PDI Perjuangan Lampung, Sujiyatmoko tersenyum dan menjawab diplomatis:
“Yang paling layak adalah mereka yang menjadi representasi dari basis suara terbesar kita, yang konsisten memilih PDI Perjuangan dari waktu ke waktu. Paham kan maksud saya?” pungkasnya. (Zw)















