Antara Rasa Nyaman dan Panjangnya Antrean Calon Murid SDM Sapen Sampai 2033

  • Bagikan
Foto: Istimewa/AWANN-dikdasmen_pp_muhammadiyah
Sekolah Dasar Muhammadiyah Sapen, Yogyakarta. --- Foto: Istimewa/AWANN-dikdasmen_pp_muhammadiyah

AWAN NEWS Membangun kepercayaan dan rasa nyaman orang tua untuk anaknya di sebuah sekolah, tentu sangat penting. Hanya saja, hal demikian tidak mudah diciptakan. Selain konsepsinya mesti dikreasi komprehenshif, namun juga tidak cukup dibangun dengan mengandalkan kharismatik seorang pemimpin saja.

Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM) Sapen di Yogyakarta, menjadi viral lantaran kepercayaan dan rasa nyaman orang tua murid yang terus tumbuh. Viral, karena banyak orang tua menginginkan anaknya kelak menjadi murid di sekolah ini. Padahal, anaknya masih 6 atau 7 tahun lagi baru dapat dicatat sebagai murid di SDM Sapen secara resmi.

Orang tua berbondong-bondong mendaftarkan anaknya ke dalam antrean calon murid, dan di antaranya ada juga anak yang baru 2 bulan lahir di muka bumi. Sedangkan kapasitas yang disesuaikan fasilitas di SDM Sapen, tiap tahun pelajaran, murid baru yang diterima 230 anak. Untuk awal tahun 2026 saja, berkas anak yang dititipkan ke daftar antrean untuk tahun 2033, sudah mulai terisi.

Itu berarti, berdasarkan daftar antrean, untuk jumlah murid baru tahun pelajaran 2026/2027 hingga 2032/2033, sudah penuh. Di SDM Sapen yang dipimpin Kepala Sekolah Agung Rahmanto, memang tidak melakukan seleksi melalui tes akademik terhadap calon murid barunya; Penerimaan murid baru di sekolah ini mengacu berdasarkan umur.

Apa kiranya yang membuat minat orang tua agar anaknya menjadi murid di SDM Sapen? Hal pertama yang diselaraskan adalah: SDM Sapen merupakan sekolah karakter dan sekolah bakat. Dalam hal ini pihak sekolah mempersiapkan peserta didik agar menjadi insan yang kreatif, inovatif dan berakhlaqul karimah.

Oleh karena karakter dan bakat yang menjadi perhatian, maka untuk menentukan guru-gurunya tidak asal comot; Ada syarat-syarat tertentu yang ditanamkan. Lain itu, adalah mempola profesionalisme guru yang disesuaikan dengan regulasi yang ada. Itu berarti, karakter guru yang mesti juga dibentuk lebih dahulu. Demikian pula untuk guru yang mendidik pengembangnan bakat siswa.

Sehingga, ketika sekolah menerapkan pendidikan karakter bagi murid dapat diwujudkan dalam pendekatan budaya sekolah. Ini, mencakup semua kegiatan yang dilakukan mulai dari kepala sekolah, guru, konselor, tenaga administrasi dan peserta didik.

Hal yang juga tidak dapat diabaikan adalah kepemimpinan, keteladanan, keramahan, toleransi, kerja keras, disiplin, kepedulian sosial, kepedulian lingkungan, rasa kebangsaan, tanggung jawab dan rasa memiliki: merupakan sebagian dari nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah.

Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan berkomitmen pula untuk menerapkan prinsip “tut wuri handayani”. Sehingga, pendidikan di SDM Sape dilakukan dalam suasana belajar yang menyenangkan dan disifati tidak indoktrinatif.

Inovasi dalam layanan pendidikan di SDM Sape terus dilakukan kepada murid murid sesuai bakat dan potensi masing-masing. Untuk hal ini, sekolah menyediakan kelas Akselerasi, kelas CI MIPA, kelas inklusi, dan kelas bakat di bidang seni dan olahraga serta Tahfidzul Qur-an.

Kelas-kelas tersebut, pada gilirnnya banyak menorehkan prestasi akademik dan non akademik; Mulai dari tingkat kabupaten hingga internasional. Sebagaimana dalam laman resmi sekolah tersebut, capaian prestasi murid muridnya, pada 2025, antara lain:

Murid murid SDM Sapen telah mencatatkan berbagai prestasi, dengan meraih 5 medali International Young Inventors Award IID-INNOPA 2025, sebanyak 23 medali di OMNAS ke-14 Tingkat Nasional, juga telah menyabet medali emas dalam kompetisi bergengsi di Asia All Stars Festival International Dance and Music Competition 2025 yang digelar di Korea Selatan.

Hal yang juga mendorong terjadinya titip berkas, hingga calon murid baru SDM Sapen di daftar antrean tercatat sampai 7 tahun mendatang (2033), adalah penerapan komunikasi tiga arah. Komunikasi ini merupakan kerjasama antara sekolah, guru, dan orang tua murid.

SD Muhammadiyah Sapen, menerapkan konsep komunikasi pendidikan tiga arah dikemas dalam bentuk program konsultasi hasil prestasi belajar murid. Kegiatan ini lebih dikenal dengan istilah Pengajian Ahad Pagi yang dilaksanakan secara bergiliran, setiap minggu.

Melalui kegiatan demikian, orang tua dan guru saling bertukar informasi terkait perkembangan belajar murid, sehingga dapat ditemukan solusi atas permasalahan belajar mereka. Kegiatan ini dirasa-rasa mendorong prestasi belajar murid murid menjadi lebih baik.

Sekolah Dasar Muhammadiyah Sapen berdiri sejak 1 Agustus 1967, di Yogyakarta. Fasilitas ruang kelas kegiatan belajar mengajar 63 ruang atau rombel; Ada pun jumlah guru sekitar 90an orang dan tenaga kependidikan sekitar 30an orang, sedangkan jumlah murid mencapai 2.000-an orang. Dan setiap tahun pelajaran baru, penerimaan murid baru, mencapai 230 orang. (berbagai sumber: Asyaro G Kahean-Redaksi)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *