Gambar: ilustrasi
Awan News, Bandar Lampung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto terus menuai sorotan. Alih-alih menyehatkan, sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program ini justru berulang kali memunculkan kasus keracunan massal di berbagai daerah. Ribuan siswa dilaporkan mengalami gejala mulai dari sakit perut, muntah, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim sudah melakukan perbaikan, pelatihan, hingga seleksi ketat terhadap penyedia makanan. Namun, kasus serupa terus berulang. Terbaru, puluhan siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dilarikan ke RSUD SK Lerik dan beberapa rumah sakit lain pada Selasa (22/7/2025). Mereka diduga keracunan setelah menyantap menu MBG sehari sebelumnya.
Guru piket SMPN 8 Kupang, Brigina, menyebut gejala mulai terlihat sejak pagi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
“Awalnya ditangani di UKS, tapi jumlah siswa terlalu banyak, jadi sebagian dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya. Menurut Brigina, menu MBG saat itu berisi rendang, sayur kacang panjang wortel, tahu, dan pisang.
Rentetan Kasus Keracunan MBG Sejak Januari 2025
Berikut catatan insiden keracunan massal akibat program MBG di sejumlah wilayah Indonesia:
1. Sukoharjo, Jawa Tengah (16 Januari 2025)
Sepuluh siswa SDN Dukuh 03 keracunan hanya 10 hari setelah program dimulai.
2. Sumba Timur, NTT (18 Februari 2025)
Sebanyak 29 siswa SD Katolik Andaluri alami keracunan ringan usai menyantap MBG.
3. Bombana, Sultra (23 April 2025)
53 dari 1.026 kotak makanan MBG dinyatakan tidak layak konsumsi, puluhan murid SDN 33 Kasipute alami mual dan muntah.
4. Cianjur, Jawa Barat (21 April 2025)
Sebanyak 176 orang terpapar gejala keracunan, termasuk 78 siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1. Pemerintah tetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
5. Bogor, Jawa Barat (11 Mei 2025)
Sebanyak 210 siswa dari TK hingga SMP keracunan. Hasil laboratorium menemukan bakteri E. coli dan Salmonella dalam menu MBG.
6. Kupang, NTT (22 Juli 2025)
Sebanyak 140 siswa SMPN 8 alami gejala keracunan. Sebagian dirawat di tiga rumah sakit berbeda.
7. Bandar Lampung, Lampung (September 2025)
Terbaru, Lebih dari 200 siswa dari tiga sekolah terdampak. Distribusi MBG dari dapur penyedia langsung dihentikan sementara.
Meski program ini dimaksudkan untuk menekan angka stunting, rangkaian kasus keracunan massal justru menimbulkan tanda tanya besar soal pengawasan dan kualitas penyedia makanan. Publik kini mendesak pemerintah lebih serius menegakkan standar keamanan pangan sebelum korban berikutnya jatuh. (AL)















