Awan News, Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Perhubungan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Angkutan Lebaran 2026 di Bandar Lampung, Rabu (17/02/ 26).
Kegiatan ini bertujuan memastikan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, didampingi Gubernur Lampung serta Ketua DPRD Lampung. Kegiatan ini turut melibatkan unsur Forkopimda, Kementerian Perhubungan, serta seluruh kepala daerah se-Provinsi Lampung.
Sebagai gerbang utama Pulau Sumatera, Lampung menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan saat puncak mudik.
Di antaranya peningkatan kualitas jalan provinsi yang saat ini telah mencapai kondisi mantap sebesar 79,79 persen, serta ditargetkan bebas lubang sebelum puncak arus mudik.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat sistem delaying dengan menyiapkan 10 buffer zone menuju Pelabuhan Bakauheni. Upaya lain yang dilakukan yakni optimalisasi sistem geofencing serta penggunaan tiket elektronik Ferizy guna meningkatkan ketertiban dan efisiensi penyeberangan.
Tak hanya itu, pembatasan tegas terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya truk sumbu tiga ke atas, juga akan diberlakukan tanpa pengecualian selama periode mudik Lebaran.
Secara nasional, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang.
Lampung diproyeksikan menjadi salah satu daerah tujuan utama pemudik dari wilayah Jabodetabek, dengan Pelabuhan Bakauheni sebagai titik krusial yang akan melayani jutaan penumpang.
Pemerintah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi arus mudik tahun ini.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Lampung optimistis dapat menyambut Lebaran 2026 dengan kondisi lalu lintas yang aman, lancar, dan terkendali. (*)















