AWAN NEWS, Jakarta — Salah satu tujuan wisata menarik di Jawa Barat: Situ Bagendit; Merupakan danau yang luasnya sekitar 124 hektar. Letak lokasi obyek ini di wilayah Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.
Situ Bagendit, bukan hanya memadukan alam pengunungan dan keindahannya. Akan tetapi juga memiliki kaitan erat dengan legenda yang sampai pada warga sekitar. “Jadi, bukan sekadar menjadi destinasi wisata yang mengandalkan keindahan alam saja. Melainkan juga, Situ Bagendit ini memiliki pengaruh timbal balik antara cerita legenda dengan pengembangan budaya warga setempat,” kata Dr Nurzengky Ibrahim, MM, Ph.D, Owner Biro Travel ‘Wisata Buya Ibrahim’ kepada AWAN NEWS di Jakarta, Rabu (06/05/2026).
Menurutnya, Situ Bagendit adalah salah satu tempat yang membuka wawasan baru atas obyek wisata yang tergolong unik. Di areal wisatanya, ada wahana rakit terbuat bambu atau kayu, juga terdapati perahu, taman bermain di atas air dan lainnya.
“Dengan rakit, wisatawan tidak hanya menikmati kesegaran udara saja. Akan tetapi juga, jangan salah: Danau yang menghampar di Bagendit terdapati pulau-pulau kecil yang disebut nusa, antara lain sebagai tujuan untuk wisata kuliner, menikmati pemandangan, juga fasilitas ruang terbuka dan beratap yang tertata apik, atau bagi mereka yang hendak melacak dari dekat terkait cerita rakyat ‘Nyai Ndit’ yang melegenda,” jelas Nurzengky.
Selain itu, tambah dia, keindahan lingkungan perairan Situ Bagendit juga dilengkapi dengan infastruktur seperti dermaga berbentuk teratai; “Bangunan di dermaga ini dilengkapi dengan amphitheater yang nyaman. Obyek di destinasi ini, selain menawarkan udara sejuk dengan pernak pernik keunikannya, namun juga harga tiket masuknya relatif murah dan terjangkau,” ungkap dia.
Nurzengky menjelaskan, fasilitas aphitheater (amfiteater) merupakan bangunan atau gelanggang terbuka (non dinding) yang belum lama dibangun; Dan, dapat bangunan ini dapat digunakan untuk pertunjukan seni, hiburan, olahraga, juga pertemuan umum: dengan memiliki panggung di tengah dan dikelilingi oleh tempat duduk.
“Kalau legenda Nyai Ndit, menurut cerita dari masyarakat setempat, adalah terkait dengan seorang janda kaya namun bersifat kikir atau medit. Karena saking kikirnya, janda tersebut pada suatu peristiwa alam, tenggelam bersama hartanya,” sebut dia.
“Pada cerita legenda tersebut, tentu mengingatkan semua orang tentang pentingnya meninggikan nilai-nilai moral antar sesama seperti mau berbagi atas rezeki yang diberikan oleh Allah,” ungkap Nurzengky, seraya memetik hikmah bahwa: legenda tersebut memunculkan kesadaran bagi manusia, supaya jangan jadi orang kikir atau medit.
Mengenai situasi masyarakat di lingkungan Situ Bagendit, tambah Owner Wisata Buya Ibrahim, umumnya mereka ramah dan sopan. Untuk menambah pengalaman berwisata yang bersifat religi atau kebudayaan, di sekitar Situ Bagendit sangat terasa nuansanya.
“Destinasi wisata di Garut ini, telah menambah pengalaman baru bagi saya pribadi. Ini salah satu bagian dari beberapa obyek wisata yang telah dilayani oleh biro travel Wisata Buya Ibrahim. Ada juga yang bekerjasama dengan Toga Transportasi. Nah, saya pikir-pikir, cocok sekali bagi teman-teman beserta keluarga mengunjungi Situ Bagendit,” imbuhnya.
Hal berkaitan dengan Biro Wisata Buya Ibrahim, Nurzengky menjelaskan bahwa usaha travel yang dirintis dan dikembangkannya telah melakukan kerjasama pula dengan travel-travel lain.
Salah satu kerjasama yang terus dibangun dan dikembangkan, jelas Nurzengky, adalah dengan travel Toga Transportasi Wisata dan Hebal pemilik Situ Bagendit. Destinasi wisata yang lokasinya berada di Desa Bagendit ini, pada 2020 hingga 2022 direvitalisasi atas bantuan pemerintah pusat dan daerah.
Setelah direvitalisasi, tempat ini menawarkan fasilitas modern; Seperti adanya jogging track, masjid terapung, dan taman bermain. Situ Bagendit yang terkenal dengan legenda kikirnya Nyai Endit, sejak direvitalisasi telah menjadi tempat wisata air yang popular dan viral berkelas dunia.
“Di perairan Situ Begendit, juga dilengkapi dengan aneka permainan air seperti perahu dan bebek-bebekan sehingga tersedia untuk berbagai umur. Jadi, menurut kami cocok sekali buat wisata keluarga,” ungkap Nurzengky.
Begitu sampai di lobby destinasi Situ Bagendit, pengunjung disambut jajanan atau kuliner khas kampung: seperti singkong, ubi dan jangung alias SUJ yang direbus. “Enak disantap dengan minum kopi, teh, bandrek atau bajigur. Ini juga bagian dari anak usaha Toga Transportasi Wisata dan Herbal yang membudayakan kuliner herbal alami,” jelasnya.
Sedangkan biro Wisata Buya Ibrahim, memang belum terlalu lama beroperasi. “Meski pun demikian, kami telah memiliki legalitas juga kerjasama dengan travel wisata lain. Kami melayani perjalanan wisata domestik atau dalam negeri, mau pun wisata ke luar negeri. Kami telah persiapkan tujuannya,” tutup Nurzengky. (*)















