Gubernur Canangkan Lampung Jadi Lumbung Protein Nasional

  • Bagikan

Awan News, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Provinsi Lampung menjadi lumbung protein nasional.

Menurut Mirza, Lampung memiliki modal kuat berupa ketersediaan pakan yang melimpah dan populasi ternak yang besar. “Dengan kekuatan ganda ini, populasi ternak yang besar dan ketersediaan pakan, Lampung layak disebut sebagai lumbung ternak nasional. Kita siap tampil sebagai lumbung protein Indonesia,” tegasnya, Jumat (3/10/25).

Berdasarkan data BPS 2024, populasi sapi potong Lampung mencapai 820 ribu ekor, kambing 1,9 juta ekor, dengan produksi daging sapi sekitar 23 ribu ton dan daging kambing hampir 6 ribu ton per tahun. Lampung juga dikenal sebagai lumbung jagung nasional yang menjadi bahan baku utama pakan ternak.

Data 2024 mencatat populasi hewan penular rabies di Lampung mencapai 239 ribu ekor. “Melalui vaksinasi massal, edukasi, dan pembangunan Rumah Sakit Hewan, kita targetkan Lampung Zero Rabies 2030,” ujar Mirza.

Acara bertema “Memperkuat Swasembada Protein Hewani Menuju Indonesia Emas 2045” itu turut dihadiri Sekprov Marindo Kurniawan, jajaran kepala OPD terkait, akademisi, pelaku usaha, komunitas pecinta hewan, hingga ratusan masyarakat.

Beragam kegiatan digelar, mulai dari senam bersama, donor darah untuk 100 peserta, kampanye gizi dengan pembagian susu dan telur untuk anak-anak TK Aisyah Bandar Lampung, vaksinasi rabies gratis untuk 500 hewan kesayangan, pemeriksaan kesehatan hewan, demo anjing pelacak dan X-Ray, bazar produk peternakan, pasar murah, hingga pojok baca Bvet Lampung.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, menambahkan, layanan kesehatan hewan di UPTD Balai Pelayanan Kesehatan Hewan dan Kesmavet (BPK2LP) meningkat signifikan, dari 1.817 ekor pada 2020 menjadi 14.500 ekor pada 2023.

Saat ini, laboratorium BPK2LP tengah berproses menuju akreditasi SNI ISO 17025:2017, dan UPTD Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lampung telah meraih sertifikasi SNI untuk 16 pejantan unggul, dengan produksi semen beku mencapai 41.258 dosis hingga September 2025. Inovasi ini diyakini mampu meningkatkan kualitas genetik ternak sekaligus menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Pemprov Lampung juga menyiapkan pembangunan Rumah Sakit Hewan (RSH) Provinsi Lampung, yang diharapkan menjadi pusat layanan modern, rujukan klinik swasta, sekaligus sumber PAD subsektor peternakan. Gubernur berharap dukungan pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) dapat mempercepat realisasinya. (Oj)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *