Desak Keterbukaan Anggaran Madrasah, TRAPUNG Siap Adu Data dengan Kakanwil Kemenag Lampung

  • Bagikan

Awan News, Bandar Lampung-Puluhan massa yang tergabung dalam Transparansi Rakyat Lampung (TRAPUNG) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Kamis (18/6/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak keterbukaan informasi serta akuntabilitas pengelolaan anggaran pada sejumlah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Provinsi Lampung.

Aksi yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026, sempat ditunda lantaran adanya kesepakatan untuk mengawal penyampaian aspirasi dalam gerakan mahasiswa di depan Kantor Gubernur Lampung pada hari yang sama.

Sejak pagi, massa mulai memadati area depan kantor Kanwil Kemenag Lampung. Dalam aksi tersebut, peserta secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti pentingnya transparansi pengelolaan anggaran pendidikan. Massa juga menampilkan monolog yang menggambarkan keresahan masyarakat terhadap dugaan minimnya keterbukaan informasi di lingkungan lembaga pendidikan.

Koordinator Lapangan TRAPUNG, KIPUNG, membacakan sejumlah tuntutan yang menjadi dasar aksi. Massa meminta Kanwil Kemenag Lampung membuka berbagai dokumen dan informasi terkait pengelolaan anggaran sejumlah program dan kegiatan madrasah yang dinilai perlu dijelaskan kepada publik.

Selain itu, TRAPUNG juga meminta klarifikasi atas sejumlah perubahan data anggaran, pola penggunaan dana pada beberapa kegiatan, serta proses pengadaan barang yang menurut mereka perlu diaudit dan dibuka secara transparan. Menurut massa, keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk menghilangkan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Namun hingga seluruh tuntutan disampaikan, tidak ada satu pun perwakilan Kanwil Kemenag Lampung yang menemui peserta aksi. Gerbang kantor tetap tertutup selama demonstrasi berlangsung.

Kondisi tersebut menjadi sorotan peserta aksi. Massa menilai tidak adanya ruang dialog menunjukkan sikap yang tidak responsif terhadap aspirasi masyarakat. Mereka menegaskan bahwa keterbukaan dan komunikasi publik merupakan bagian penting dari akuntabilitas lembaga negara.

Dalam orasinya, KIPUNG menegaskan bahwa TRAPUNG akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Menurutnya, apabila Kanwil Kemenag Lampung tetap tidak memberikan penjelasan, TRAPUNG siap menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar. Bahkan, pihaknya secara terbuka menantang Kepala Kanwil Kemenag Lampung untuk berdialog langsung di hadapan publik.

“Kalau memang merasa bersih dan tidak ada persoalan, mari berdialog secara terbuka. Tidak perlu bersembunyi di balik pagar kantor. Publik berhak mendengar penjelasan secara langsung dan terbuka,” tegas KIPUNG di hadapan massa aksi.

Hingga demonstrasi berakhir, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kanwil Kemenag Lampung.

Sementara itu, TRAPUNG memastikan akan terus mengawal isu tersebut hingga tuntutan transparansi dan akuntabilitas mendapatkan jawaban yang jelas. (Rd)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *