Rudal Anti-Kapal Penghancur Andalan Iran Bernama Raad, Produksinya Kini Dihentikan

  • Bagikan
Raad: Rudal Anti-Kapal Iran. | Foto: Pars Today
Raad: Rudal Anti-Kapal Iran. | Foto: Pars Today

AWAN NEWS — Salah satu pencapaian terbesar Republik Islam Iran di bidang teknologi militer dan kemampuan pertahanan saat ini berjenis rudal. Titik awalnya dapat ditelusuri kembali masa-masa ‘Perang Yang Dipaksakan’ pada 1980-1988 antara Iran melawan Irak.

Pars Today mengungkap, bahwa dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri dan pemanfaatan maksimal seluruh kapasitas yang ada, Iran meluncurkan rudal-rudal modern dalam waktu relatif singkat; Termasuk, berbagai jenis rudal jelajah anti-kapal, sebagaimana dilaporkan Pars, Rabu: 29 April 2026.

Setiap peluncuran, semakin menegaskan akan kemampuan pertahanan Iran. Rudal anti-kapal pertama buatan dalam negeri Iran adalah Raad. Rudal ini merupakan senjata efektif dalam kemampuan serangan laut Iran ketika menghadapi kapal musuh.

Signifikansi

Rudal jelajah antikapal adalah salah satu senjata paling mematikan di medan pertempuran laut, mampu melumpuhkan kapal-kapal musuh dengan pukulan telak dan menghancurkan.

Beragam rudal jelajah anti-kapal dengan berbagai sistem pembidik dan jangkauan telah dikembangkan di Iran hingga saat ini.

Selama delapan tahun ‘Perang Yang Dipaksakan’, pengalaman operasional yang kaya dalam pertempuran laut telah diperoleh. Sejalan dengan itu, penguasaan berbagai jenis rudal jelajah antikapal, baik yang diluncurkan dari darat, kapal, mau pun udara, menjadi prioritas angkatan bersenjata Iran.

Rudal jelajah antikapal Raad adalah salah satu rudal pertama yang diproduksi Kementerian Pertahanan Iran. Pembuatan rudal ini berdasarkan rekayasa balik (reverse engineering) rudal Tiongkok C-802 (Silkworm) pada awal 2000-an.

Gambaran Umum

Pada tahun 2004, industri pertahanan Kementerian Pertahanan Iran merancang model baru rudal jelajah anti-kapal berdasarkan rudal Tiongkok “Silkworm” dengan jangkauan dan kecepatan lebih tinggi, lalu memproduksinya secara massal dengan nama Raad.

Rudal Silkworm Tiongkok sendiri sebenarnya merupakan hasil rekayasa balik dari rudal anti-kapal Soviet “SS-N-2 Styx”.

Raad adalah salah satu rudal jelajah antikapal terbesar, terpanjang jangkauannya, dan paling destruktif yang diproduksi industri pertahanan Iran. Dengan jangkauan 360 kilometer, Raad untuk waktu lama menyandang predikat sebagai rudal antikapal buatan dalam negeri dengan jangkauan terjauh.

Raad adalah rudal jelajah Iran yang paling mirip dengan pesawat terbang, struktur sayap dan ekornya sangat mirip pesawat. Berkat hulu ledaknya, Raad termasuk rudal anti-kapal paling berbahaya. Satu hantaman langsung akan menghancurkan kapal musuh secara pasti.

Dua Versi Raad

Iran mengoperasikan dua versi rudal anti-kapal Raad:

Versi awal, Saegheh, sebenarnya adalah HY-2 Tiongkok dengan motor roket bahan bakar padat, jangkauan 130 kilometer.

Versi lanjutan Raad, dilengkapi mesin jet (turbojet).

Perbedaan besar antara versi Iran dan versi Tiongkok terletak pada penggunaan mesin turbojet ‘Tolou’ sebagai penggerak. Turbojet ini menggantikan motor roket pada Silkworm. Penggantiannya membuat jangkauan Raad berlipat ganda dibandingkan rudal aslinya.

Spesifikasi Teknis

Kecepatan 0,6 – 0,8 Mach (versi turbojet)

Panjang 7,8 meter

Berat 2.998 kg

Jangkauan ± 360 km

Ketinggian 30 – 50 meter di atas permukaan air

Sistem radar Monopulse (aktif)

Berat hulu ledak 512 kg

Mesin Satu mesin turbojet ‘Tolou-4’ + booster roket bahan bakar padat untuk peluncuran

Mesin dan Sistem Navigasi

Mesin Tolou-4 pada Raad dibuat berdasarkan mesin Prancis TRI-60, yang sebelumnya terpasang pada drone target MQM-107 yang dikirim ke Iran sebelum Revolusi Islam 1979.

Dua saluran masuk udara terletak di bagian belakang rudal untuk memasok udara ke mesin. Raad memiliki radar yang berbeda dari versi Tiongkok, dan mampu terbang rendah di dekat permukaan air (sea-skimming).

Raad diluncurkan dari platform darat menggunakan booster roket. Setelah terlepas, rudal melanjutkan penerbangan dengan mesin turbojet-nya. Rudal ini dilengkapi sistem radar aktif dan pencari inframerah (IR seeker) untuk tahap akhir serangan.

Kelebihan Operasional

Jangkauan Raad yang sangat jauh memungkinkan peluncur rudal ditempatkan di daratan yang lebih dalam, sehingga:

– Mengurangi risiko deteksi oleh musuh.

– Memberikan ruang lebih besar untuk berpindah lokasi setelah operasi.

– Memungkinkan peluncuran ganda yang lebih aman dari satu area (bagi peluncur yang membawa banyak rudal).

Raad memiliki daya hancur tinggi, kemampuan melawan perang elektronik (electronic warfare), profil terbang rendah, serta akurasi navigasi dan pembidik sasaran yang terus meningkat. Faktor-faktor ini pasti akan meningkatkan kekuatan laut Iran, terutama dalam aspek pertahanan.

Catatan Penting

Meskipun Raad tetap menjadi rudal antikapal yang efektif, terutama terhadap target besar, diam mau pun bergerak, rudal sepanjang lebih dari 7 meter ini relatif lebih mudah dideteksi dan dihancurkan oleh sistem pertahanan rudal kapal musuh. Namun, ia tetap menjadi salah satu rudal paling mematikan.

Saat ini, dengan masuknya rudal jelajah antikapal baru seperti Noor ke dalam layanan operasional, Raad bukan lagi rudal anti-kapal tercanggih Iran. Produksinya pun telah dihentikan.

Raad adalah rudal besar, panjang jangkauan, dan penghancur, dahulu menjadi andalan utama Iran di laut. Meski kini tergantikan oleh generasi baru, perannya dalam sejarah pengembangan kemampuan rudal anti-kapal Iran tidak ternilai. Rudal ini mampu mencakup sebagian besar Teluk Persia, Laut Oman, dan Samudra Hindia utara.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *