AWAN NEWS, Bandar Lampung | Catatan Data Posko Merak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pada H-7 Hari Raya Idul Fitri 2026 terjadi tren kenaikan arus penyeberangan dari Jawa ke Sumatera. Mobilitas kenaikan itu terpantau dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara selama 24 jam, pada 14 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB.
ASDP merilis, sekitar 72.735 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera, terjadi peningkatan 52,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 lalu sebanyak 47.630 orang.
ASDP memastikan kesiapan operasional layanan penyeberangan agar mobilitas masyarakat dapat berlangsung lancar, aman, dan tertib seiring tren kenaikan penumpang dan kendaraan hingga H Idul Fitri serta arus balik pasca lebaran.
Hal itu diungkap Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam pernyataannya di Bandar Lampung, Senin (16/3). Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan ini menjadi indikator awal meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang puncak arus mudik lebaran tahun ini.
Ia juga menjelaskan total untuk kendaraan yang menyeberang. Menurut ASDP, khusus kendaraan tercatat 17.067 unit yang menyeberang atau naiknya mecapai 65,7 persen dibandingkan dengan realisasi kendaraan periode sama tahun lalu sebanyak 10.302 unit.
Heru Widodo juga mengatakan, bahwa pihaknya melihat pergerakan masyarakat mulai meningkat menjelang periode mudik. “Untuk itu, ASDP telah memperkuat kesiapan layanan penyeberangan, baik dari sisi operasional armada, fasilitas pelabuhan, hingga sistem layanan agar perjalanan pengguna jasa dapat berlangsung lancar,” katanya.
Sebagai upaya antisipasi lonjakan tersebut, tambah Hewu Widodo, ASDP bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan pola operasional kapal di sejumlah lintasan utama, salah satunya pada lintasan Merak–Bakauheni telah disiapkan 28 hingga 33 kapal per hari.
Kemudian, pada lintasan Ciwandan–Wika Beton telah dioperasikan 9 hingga 12 kapal per hari, serta lintasan BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu dengan 10 hingga 12 kapal per hari, yang seluruhnya menyesuaikan dengan dinamika pergerakan kendaraan.
Selain penguatan armada, sebut Heru Widodo, ASDP juga menerapkan delaying system di sejumlah titik buffer zone, serta pengaturan arus kendaraan melalui pengalihan jalur menuju pelabuhan.
Dalam skema ini, Pelabuhan Merak diprioritaskan untuk kendaraan penumpang, Ciwandan untuk sepeda motor dan kendaraan barang, serta BBJ Bojonegara untuk kendaraan logistik guna menjaga distribusi kendaraan lebih terkelola.
Pengaturan operasional tersebut dilakukan ASDP untuk memberikan ruang bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.















