Awan News, Bandar Lampung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo Subianto kini disorot di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung. Pembagian MBG selama bulan Ramadan kepada siswa SD kelas 4–6 diduga tidak sesuai ketetapan anggaran dan standar gizi.
Berdasarkan keterangan wali murid kepada Awan News, paket MBG di Sukarame dibagikan setiap tiga hari sekali. Padahal, sesuai ketentuan anggaran, siswa kelas 4–6 memperoleh alokasi Rp10.000 per hari. Artinya, dalam tiga hari seharusnya setiap siswa menerima manfaat senilai Rp30.000.
Namun, paket yang diterima siswa ditaksir hanya berkisar Rp20.000 untuk tiga hari. Rinciannya antara lain dua kotak susu, dua bungkus roti, empat buah kurma, telur (dua butir ayam ras atau empat butir puyuh), serta satu bungkus kecil kacang bogor. Jika ditotal berdasarkan harga pasaran, nilainya diperkirakan tidak mencapai Rp30.000.
Seorang sumber dari salah satu dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa selama Ramadan, MBG seharusnya tetap dibagikan setiap hari dan tidak boleh dirapel. Selain itu, komposisi gizi wajib memenuhi standar nasional, dengan takaran antara lain Energi 542,8 kkal, Lemak 20 gram, Protein 11,5 gram, Karbohidrat 87,9 gram, dan Serat 4,2 gram.
“Kalau ketetapan Rp10 ribu per hari, berarti tiga hari Rp30 ribu. Kenapa yang diterima siswa hanya sekitar Rp20 ribu?” ujar salah satu wali murid mempertanyakan, Minggu (1/3/26).
Jika satu dapur mengelola sekitar 3.000 siswa, maka selisih Rp10.000 per siswa dalam tiga hari berpotensi mencapai Rp30 juta. Pertanyaan publik pun mengarah pada dugaan: ke mana sisa anggaran tersebut?
Sejumlah pihak menilai, jika dugaan ini benar, maka bukan hanya merugikan siswa sebagai penerima manfaat, tetapi juga berpotensi mencederai citra program nasional serta partai pengusung presiden, yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Sementara itu, Forum Mahasiswa Reformasi (FORMASI) menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa di Polda Lampung. Mereka berencana melaporkan secara resmi dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh dapur MBG Sukarame dan yayasan pengelolanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak dapur MBG Kecamatan Sukarame dan yayasan terkait belum memberikan keterangan resmi. (OJ)















