Awan News, Pesisir Barat — Banjir dengan arus deras kembali memutus denyut kehidupan warga di Kecamatan Marga Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat. Rakit penyeberangan yang menjadi satu-satunya akses penghubung empat desa di wilayah Siring Gading, Way Haru, Way Tias, Bandar Dalam, hanyut terseret banjir pada Rabu, 3 Desember 2025.
Hanyutnya rakit tersebut menyebabkan akses transportasi warga dari dan menuju Desa Siring Gading, Way Haru, serta desa-desa lainnya itu di kawasan Marga Belimbing terputus total. Sekitar 10 ribu jiwa terdampak langsung akibat terhentinya jalur utama penghubung antardesa.
Akibat kejadian ini, pasokan logistik warga tersendat, hingga roda perekonomian masyarakat lumpuh sementara. Warga kesulitan menjual hasil pertanian, sementara kebutuhan pokok juga sulit didatangkan dari luar wilayah.
Salah seorang warga, Idis (30), menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan.
“Kami sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat atau dinas terkait agar segera membangun jembatan gantung di Air Pemerihan ini, karena ini adalah akses utama warga empat desa. Kalau belum bisa, paling tidak segera dibuatkan rakit pengganti,” ujarnya.
Warga menilai keberadaan jembatan atau rakit penyeberangan bukan sekadar fasilitas umum, melainkan urat nadi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Tanpa akses tersebut, aktivitas warga nyaris terisolasi sepenuhnya. (RHN)















