Oleh Nurzengky Ibrahim
AWAN NEWS — Bagi mukmin, menyambut Ramadhan seharusnya bergembira. Namun, bukan dengan gembira-ria yang disifati euforia berlebihan; Melainkan, kegembiraan yang dipenuhi dengan rasa syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebab, ada kesesuaian dengan doa doa, di mana banyak mukmin berharap kepada-Nya: agar dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan.
Ramadhan Bulan Yang Diberkahi
Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah hanya beberapa hari lagi sampai kepada kita. Ramadhan merupakan bulan yang diberkahi oleh Allah. Bulan penuh rahmat; Amal shalih yang dilaksanakan kaum muslimin, seperti kewajiban puasa, tetap melaksanakan shalat wajib, memperbanyak: shalat sunnah, bersedekah, membaca Alqur-an, hingga menambah pemahaman ilmu berdasarkan Alqur-an, sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, akan dilipatgandakan oleh Allah balasannya.
Keistimewaan bulan Ramadhan, melalui sebuah hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengungkap; antara lain:
جاءكم شهر رمضان, شهر رمضان شهر مبارك كتب الله عليكم صيامه فيه تفتح أبواب الجنان وتغلق فيه أبواب الجحيم… الحديث
“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….” (HR. Ahmad)
Hadits di atas disampaikan Rasulullah kepada para sahabatnya. Hadits ini menjadi perhatian serius, dan dikatagorikan merupakan hadits yang di dalamnya sebagai berita gembira. Oleh karena itu, para sahabat pun selalu mengedepankan rasa gembira mereka dengan diiringi rasa syukur yang dalam dan tinggi, dimulai ketika menyambut kedatangan Ramadhan.
Ada Doa Yang Dikabulkan Allah
Pada saat hendak berpisah dengan Ramadhan setahun yang lalu, di antara kaum mukmin banyak juga berdoa yang isinya memohon agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun berikutnya atau tahun sekarang ini. Salah satu rangkaian doa dari kaum muslimin, pada saat saat akhir Ramadhan tahun yang lalu, antaranya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْع لْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا
“Allahuma janganlah Engkau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikan sebaliknya (sebagai puasa terakhir), jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi dan jangan jadikan aku sebagai orang yang Engkau jauhi.”
Sekarang, kita telah melewati bulan Rajab, tepatnya kita saat ini berada pada medio bulan Sya’ban 1447 H. Ada sebuah doa dalam hadits Rasulullah, diriwayatkan Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu; Bahwa, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa:
اللَّهُمَّ بارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وشَعْبَانَ، وبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Allahuma berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani).
Doa ketika kita telah memasuki Rajab dan Sya’ban menuju bulan Ramadhan, dalam pandangan kami, yang sangat polular melalui media sosial; Banyak sekali pengguna medsos melansir doa berasal dari hadits tersebut. Inti doanya, ingin bertemu lagi dengan Ramadhan.
Alhamdulillah, Ramadhan 1447 H sudah di depan mata. Hanya beberapa hari lagi kita akan berjumpa. Alhamdulillah juga, qodrat dan iradat dari Allah menetapkan, kita masih bernapas.
Maka, jika kita sampai pada bulan Ramadhan tahun ini, berarti pula ada doa yang begitu jelas Allah kabulkan. Berarti juga, kita masih diberiNya kesempatan untuk meningkatkan ibadah, selain kewajiban shalat kita dapat juga melaksanakan puasa Ramadhan bahkan membayar zakat saat menyongsong 1 Syawal.
Gembira dan Bersyukur
Setiap doa yang kita mohon dikabulkan oleh Allah, tentu saja layak sekali kalau kita merasa gembira dan bahagia. Hanya saja, rasa gembira yang bersarang di kalbu, jangan sampai diselewengkan dengan sikap euforia yang dapat menyebabkan lupa diri atau pula melanggar yang ditetapkan dalam syariat Islam.
Ada pun kegembiraan menyambut datangnya Ramadhan, sebagaimana diuraikan di atas, tidak lain adalah: agar kita selalu menata sikap supaya dari dalam jiwa kita melahirkan rasa syukur secara tulus ikhlas, kepada Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah mengabulkan doa.
Gembira di sini dimaksudkan dengan rasa senangnya hati. Rasa senang, biasanya membuat wajah menjadi bercahaya dan berseri-seri. Karena rasa gembira itu punya pengaruh terhadap tingkah laku dan ketenangan akal pikiran.
Oleh karena itu juga, orang yang gembira lebih berpotensi suka memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, selama ia tidak terperangkan dengan perbuatan yang euforia berlebihan. Karena, euforia itu berkecenderungan lupa diri hingga lupa kepada Yang Mahapengabul doa doa bagi hamba-hambaNya.
Untuk membatasi diri agar tidak sampai berbuat euforia, Allah dan RasulNya mewanti-wanti; Jika ada doa yang dikabulkan dimakumkan bergembira dengan cara memperbanyak rasa syukur kehadirat Allah Yang Mahapengabul doa.
Terakhir, karena kita hari ini sudah semakin dekat dengan bulan Ramadhan, dan bertemunya kita dengan Ramadhan tahun 1447 H, boleh jadi dikarenakan doa kita baik pada tahun-tahun lalu mau pun bulan-bulan sekarang. Oleh karena itu, rasanya layak sekali kalau kita menyambut Ramadhan dengan gembira. Akan tetapi juga harus tetap diiringi dengan bersyukur kepadaNya.
Untuk mengaplikasikan rasa syukur, pada momentum Ramadhan tahun ini, hendaknya bersungguh hati menjalankan kewajiban beribadah mau pun amaliah yang disunahkan, termasuk juga berusaha semampu mungkin untuk meningkatkan sedekah. Semoga menjadi amal kebaikan yang diterima oleh Allah Azza wa Jalla. (*)














