Awan News, Bandar Lampung — Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Kadafi, untuk berkolaborasi kerja sama pembentukan dan penguatan Jaringan Pengumpul Zakat, Infaq, dan Sedekah (JPZIS) di lingkungan Universitas Malahayati Lampung.
Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas peran kampus sebagai pusat edukasi sekaligus penggerak filantropi Islam yang terkelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. JPZIS sendiri merupakan unit di bawah naungan Nahdlatul Ulama melalui LAZISNU yang berfokus pada penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Direktur Eksekutif LAZISNU PWNU Lampung, Enny Puji Lestari, menyampaikan bahwa inisiatif JPZIS di lingkungan perguruan tinggi memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai instrumen penghimpunan ZIS, tetapi juga sebagai sarana edukasi filantropi dan penguatan kepekaan sosial sivitas akademika.
“JPZIS di kampus diharapkan menjadi model pengelolaan ZIS yang akuntabel dan berdampak langsung bagi masyarakat, baik melalui program bantuan konsumtif maupun program produktif yang berkelanjutan,” ujar Enny Puji Lestari dalam diskusi tersebut.
Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Kadafi merespons positif gagasan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan LAZISNU sejalan dengan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat serta penguatan karakter sosial mahasiswa.
Menurutnya, kampus memiliki potensi besar sebagai simpul kebaikan sosial. Dengan tata kelola yang jelas dan terpercaya, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan universitas dapat menjadi kekuatan nyata dalam mendukung kesejahteraan umat.
“Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kemanfaatan harus menjadi fondasi utama. Jika dikelola dengan baik, JPZIS tidak hanya menjadi instrumen sosial-keagamaan, tetapi juga media pembelajaran nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial,” ungkap Kadafi, yang juga merupakan anggota DPR RI Komisi X dari Daerah Pemilihan Lampung I.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas mekanisme penghimpunan ZIS di lingkungan kampus, potensi keterlibatan sivitas akademika, serta arah penyaluran dana agar tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, Kadafi menegaskan dukungannya terhadap penguatan peran LAZISNU PWNU Lampung sebagai lembaga filantropi yang kredibel dan berintegritas.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya sinergi kelembagaan antara Universitas Malahayati dan LAZISNU PWNU Lampung dalam mengembangkan JPZIS sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang berkelanjutan, berbasis nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. (Rd)















