Ketika Anak Dipukul, Ibu Ditonjok, dan Aparat Membisu

  • Bagikan

Awan News, Pesisir Barat – Kasus dugaan pembulian terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah Way Jambu, Labuhan, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Peristiwa ini menyisakan luka fisik sekaligus trauma bagi korban berinisial D (15), Kamis (19/2/26) sekitar bertepatan dengan hari pertama puasa.

Saat itu korban tengah mengikuti kegiatan lari pagi bersama teman-temannya di depan balai desa Pekon Tanjung Raya. Menurut keterangan saksi, yang juga teman dan adik korban, terduga berinisial T (18), diduga melakukan aksi kekerasan terhadap D hingga dua kali. Korban disebut sempat pingsan di lokasi kejadian.

Setelah pulang ke rumah, orang tua korban mendapati luka di bagian pelipis mata serta memar di dada. Saat ditanya, D sebagai korban mengaku telah dianiaya oleh T yang diketahui masih bertetangga dengan keluarga korban.

Tidak terima anaknya menjadi korban kekerasan, sekitar pukul 09.00 WIB di hari yang sama, bapak dari korban bersama istrinya mendatangi rumah orang tua pelaku untuk meminta klarifikasi dan penyelesaian secara baik-baik. Bukannya menemui titik terang, Namun situasi justru memanas.

Menurut keterangan keluarga korban, T diduga kembali melakukan tindakan kekerasan dengan menonjok ibu Dahlia. Bahkan adik pelaku berinisial F (14) disebut membawa parang dan menantang ayah korban untuk berkelahi hingga ke depan rumah korban.

Tak berhenti di situ, sekitar pukul 12.00 WIB, Wirsan selaku ayah pelaku mendatangi rumah Edi Paisal. Alih-alih meredam suasana, ia disebut mengeluarkan pernyataan bernada menantang terkait rencana pengaduan ke pihak berwajib.

Saksi mata bernama Winandar, tetangga korban, menyatakan siap memberikan kesaksian atas peristiwa tersebut.
Pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, orang tua korbanpun langsung membawa anaknya untuk melakukan visum (pisum) dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pesisir Selatan.

Namun hingga berita ini diturunkan, atau sekitar 10 hari pascakejadian, keluarga korban mengaku belum melihat adanya tindak lanjut yang signifikan dari aparat setempat.

Kasus ini memunculkan pertanyaan serius mengenai perlindungan anak dan respons aparat terhadap dugaan kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur. Masyarakat berharap pihak berwenang segera bertindak tegas, objektif, dan profesional agar keadilan dapat ditegakkan serta konflik tidak semakin meluas di tengah lingkungan warga. (AL)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *