AWAN NEWS, Jakarta — Operasi militer Amerika Serikat ke Iran sejak akhir Februari lalu, menorehkan cerminan ketidak percayaan akan keamanan delegasi tim nasional sepakbola Negeri Mullah untuk hadir di pentas Piala Dunia. Iran, memilih mundur dari pada mengikuti kompetisi bergengsi yang akan dilangsungkan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 mendatang.
Menurut Dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, keputusan Timnas Iran mundur dari Piala Dunia 2026, mencerminkan ketidakpercayaan terhadap jaminan keamanan di Amerika Serikat pasca-operasi militer yang dilancarkan terhadap kedaulatan Iran.
Reza menegaskan sebagaimana dilansir ANTARA pada Kamis, bahwa mengirim atlet dan petugas dalam jumlah yang besar sangatlah berisiko. “Terutama sekali, keselamatan seluruh anggota delegasi (Iran),” katanya.
Operasi militer Amerika Serikat yang masih berlangsung terhadap Iran, sebut Reza, membuat Teheran memprioritaskan keselamatan warganya.
Reza juga mengemukakan, kematian prajurit Amerika dalam konflik dengan Iran, berpotensi memicu aksi balasan dari masyarakat Amerika terhadap delegasi Iran yang hadir di Piala Dunia 2026.
Lebih lanjut Reza menilai, langkah mundur Iran tidak serta merta menandakan bahwa Teheran akan melancarkan serangan langsung ke Amerika Serikat mau pun ke negara tetangganya, Meksiko dan Kanada, yang juga menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.
“Kemampuan Iran menyerang langsung ke AS sangatlah terbatas. Cukup bagi Iran menyerang Israel dan basis militer AS di Timur Tengah,” sebut Reza.
Ada pun Timas Iran, berada di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Timnas Belgia, Timnas Mesir, dan Timnas Selandia Baru. Babak penyisihan grup dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni dengan pertandingan yang akan digelar di Los Angeles dan Seattle. (diolah/sumber: antara)















